Disbudpar Provinsi Jatim Adakan Lawatan Sejarah Perkembangan Ekonomi Jawa Timur di Madiun

Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Jatim, Dra. Endang Prasanti, MM
Madiun Punya Kita – Di bulan Februari tahun 2018 yang lalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur mengadakan lawatan sejarah perkembangan ekonomi Jawa Timur di Kota dan Kabupaten Madiun. 

Lawatan sejarah tersebut diselenggarakan selama tiga hari mulai Rabo (21/2/2018) – Jumat (23/2/2018) di  Hotel Setia Budi, Jalan Mangga No. 4 Kota Madiun. Ada sekitar 100 orang peserta yang mengikuti kegiatan itu, diantaranya 38 Guru Sejarah dan 62 siswa tingkat SMA maupun Sederajat dari Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. 

Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Jatim, Dra. Endang Prasanti, MM mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan lawatan sejarah tingkat Provinsi Jawa Timur itu diantaranya, untuk menanamkan kesadaran historis kepada generasi muda agar lebih mencintai dan memahami sejarah bangsanya, sehingga sikap dan perilakunya selalu bedasar pada nilai – nilai sejarah. 

Selain itu juga untuk mengembangkan keterampilan elementer pada generasi penerus dalam melaksanakan penelitian serta penulisan sejarah lokal dalam bentuk karya tulis yang sesuai dengan kaidah penulisan sejarah.

“ Kegiatan ini juga untuk memberikan metode pembelajaran sejarah yang edukatif, inspiratif dan rekreatif, sehingga pelajaran sejarah menjadi menarik dan dapat meningkatkan daya nalar dan daya kritis siswa terhadap fenomena yang ada di lingkungan sekitar, “ terangnya. 

Menurutnya, kegiatan itu juga untuk memilih  5 Guru Sejarah dan 27 siswa sebagai wakil Jawa Timur pada kegiatan lawatan sejarah tingkat regional yang diselenggarakan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta pada tanggal 27 – 30 Maret 2018 mendatang. 

Sementara itu, dalam kegiatan lawatan sejarah tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2018 di Kota Madiun tersebut juga dilaksanakan kunjungan lapangan di beberapa lokasi yang ada di Kota dan Kabupaten Madiun. Diantaranya, PT. Industri Kereta Api (INKA) yang merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang manufaktur Kereta Api. 

Kemudian, Pabrik Gula Redjo Agung Baru yang merupakan salah satu pabrik gula yang berada di wilayah Kota Madiun, tepatnya berada pada ketinggian 67 m dpl di wilayah administratif Desa Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Selain itu juga melakukan kunjungan lapangan di kawasan sentra Brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. 

Pada acara lawatan sejarah tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2018 tersebut, selain dihadiri Kepala Bakorwil Madiun, juga hadir Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Madiun, Perwakilan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun.

Adapun narasumber dan dewan juri pada kegiatan itu diantaranya Dosen dari Universitas Airlangga Surabaya, Adrian Perkasa, S.Hum., M.A dan Ikhsan Rosyid, S.S., M.A. Selain itu juga dari STKIP Sidoarjo, PT. INKA, PG Redjo Agung Baru dan pemilik Home Industri Brem asli Madiun. 

“ Perlu kita ketahui bersama bahwa kegiatan Lawatan Sejarah Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 ini berjenjang, mulai Tingat Provinsi yang diikuti perwakilan dari 38 Kota dan Kabupaten se – Jawa Timur. Tingkat Daerah yang diikuti perwakilan dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY. Sedangkan Tingkat Nasional yang diikuti perwakilan seluruh Indonesia, “ jelas Dra. Endang Prasanti, MM selaku Ketua Panitia dalam kegiatan lawatan tersebut.
   
Berikut beberapa lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan “ Lawatan Sejarah Perkembangan Ekonomi Jawa Timur “ di Kota dan Kabupaten Madiun :

PT. Industri Kereta Api (INKA)

Balai Yasa Lokomotif  Uap Madiun (Hoofdwerkplats te Madiun) sekarang PT. INKA
PT. Industri Kereta Api (INKA) adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang manufaktur kereta api. Diresmikan sejak 1981. PT. INKA menempati lahan bekas Balai Yasa Lokomotif  Uap Madiun (Hoofdwerkplats te Madiun) yang telah berdiri seja akhir abad 19.

Sesuai kesepakatan perdamaian Indonesia-Belanda dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani tanggal 27 Desember 1949,  Hoofdwerkplats te Madiun (dikenal juga dengan nama Bengkel Besar Madiun) termasuk salah satu objek vital Kereta Api yang harus diserahkan kepada Indonesia, dan pengelolaannya dimasukkan kedalam aset Djawatan Kereta Api (DKA) sejak 1 Januari 1950. 

Selama berada dalam pengelolaan DKA, Bengkel Besar Madiun yang juga disebut Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun tersebut melayani perbaikan dan perawatan akhir seluruh asset lokomotif uap yang dimiliki oleh DKA. 

Selama 30 tahun Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun beroperasi dalam lingkungan DKA-PNKA-PJKA sampai pada tahun 1981, ketika PJKA mulai meninggalkan lokomotif uap dan beralih ke lokomotif diesel yang lebih efektif dan efisien. 

Pada 18 Mei 1981, setelah melalui sejumlah kajian, pemerintah meresmikan perusahaan baru dengan nama PT. Industri Kereta Api atau biasa disebut dengan PT. INKA. Tiga bulan kemudian tepatnya pada 29 Agustus 1981, seluruh asset Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun resmi diserah terimakan dari PJKA kepada PT. INKA, yang sekaligus menandai berakhirnya era lokomotif uap.

PABRIK GULA REDJO AGUNG BARU

PG. Redjo Agung Baru yang berada di Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
PG. Redjo Agung Baru merupakan salah satu pabrik gula yang berada di wilayah Madiun, tepatnya berada pada ketinggian 67 m dpl di wilayah administratif Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Berdiri tahun 1984 sebagai bagian dari NV. Handel Kian Gwan, PG. Redjo Agung Baru menjadi salah satu dari beberapa pabrik gula milik raja gula Hindia Belanda, Oe Tiong Ham.

Pada masa kejayaannya, PG. Redjo Agung Baru bersama dengan PG lainnya yang berada dibawah bendera Oe Tiong Ham Concern, mampu menyumbang 12,5 persen dari total ekspor gula Hindia Belanda. Nilai tersebut turut membantu Hindia Belanda menjadi negara penghasil gula tersbesar pada saat itu.

Pada masa kemerdekaan, seluruh asset Oe Tiong Ham Concern yang ada di Indonesia dinasionalisasi oleh Pemerintah, termasuk PG. Redjo Agung Baru. Dengan modal asset Oe Tiong Ham Concern, Pemerintah Indonesia membentuk BUMN PT. Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nusantara (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia, di mana salah satu anak perusahaannya adalah PT. PG. Rajawali I, merupakan gabungan dari PG. Krebet Baru dan PG. Redjo Agung Baru.

Sentra Industri Brem Kaliabu, Caruban

Sentra Industri Brem Kaliabu, Caruban
Brem merupakan makanan tradisional berupa hasil olahan fermentasi beras ketan. Secara tradisional brem telah dikenal di sejumlah daerah di Indonesia, dan menjadi makanan/minuman khas maupun pelengkap dalam upacara adat setempat. 

Dalam perkembangannya, walaupun bukan merupakan makanan pokok yang di konsumsi masyarakat, brem telah menjadi salah satu ikon budaya dan bagian dari sejarah Madiun. Meskipun tidak diketahui secara pasti mengapa makanan tradisional tersebut diberi nama brem, namun, brem telah menjadi penggerak perekonomian masyarakat selama puluhan tahun.

Secara tradisional brem dikenal masyarakat luas melalui para pedagang asongan yang menjajakan panganan ini di stasiun, di dalam kereta kelas ekonomi, maupun di dalam bus – bus antar kota yang melewati wilayah Madiun dan sekitarnya. Melalui tempat – tempat dan sistim pemasaran seperti itu, brem dengan sejarahnya yang unik semakin dikenal sebagai salah satu jajanan khas dari Madiun.

Baca Juga : Brem, Oleh-Oleh Khas Asli Kabupaten Madiun

#madiunpunyakita #madiunpunyacerita

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Disbudpar Provinsi Jatim Adakan Lawatan Sejarah Perkembangan Ekonomi Jawa Timur di Madiun"

Posting Komentar